Friday, 3 February 2006

0

Visualisasi Rasul

  • Friday, 3 February 2006
  • Mifka Weblog
  • Share
  • Muhammad, Rasulullah, berhenti di batas area imajinasi umat. Di luar itu, Denmark dan Prancis bikin perkara dengan umat Islam ketika nekad memuat karikatur Muhammad SAW di media cetak.

    Memang, dalam al-Qur`an tak secara gamblang disebutkan pelarangan visualisasi wajah Muhammad ke dalam lukisan atau film dan semacamnya. Pelarangan itu muncul dari kesepakatan ulama; setidaknya, ada aspek kemudharatan (ekses) yang ditimbulkan jika pelarangan tersebut dilanggar.

    Pertama, visualisasi Nabi dilarang karena ditakutkan ada pengkultusan yang berlebihan terhadap gambar/benda (tapi bagaimana dengan ka`bah, wali, mullah dan Nabi–selain Muhammad– yang tak mendapat reaksi negatif ketika di gambarkan?).

    Dalam agama Kristen, Yesus misalnya; mungkin umat kristiani mengkultuskan patung sang Yesus. Itu medium, memang; tetapi sekedar antisipasi terjebaknya umat pada pemberhalaan benda-benda, bukan pemaknaan spirit, pembacaan sejarah, pembenahan kualitas spiritual dan gairah tafakur (Tapi kawanku, seorang kristiani, mencemooh ka`bah; ia bilang umat Islam tengah melakukan pemberhalaan kolektif yang sangat halus).

    Kedua, khawatir timbulnya pelecehan. Dalam kasus Denmark dan Prancis, Muhammad di visualisasikan lewat genre seni gambar karikatur. Pendapat saya, karikatur–dalam seni lukis–adalah semacam “parodi visualitas” atau sebut saja “kecelakaan naturalisme”. Gambar karikatur merupakan lelucon dari persepsi objek asli. Jadi menggambar Nabi Muhammad dalam karikatur merupakan tindakan yang nekad. Bayangkan saja, gambar naturalistik dari wajah manusia yang utuh juga belum ada pada wajah Muhammad, di negeri nun jauh disana, karikatur Muhamad hadir dengan segenap “kekerasan tematik”.

    Marah bergejolak di dada umat Islam seluruh dunia. Sebab, Muhammad demikian akrab dengan umat Islam. Ia semacam panutan, teladan, kebanggaan dan hero agung bagi kaum muslimin.
    Namun, kita harus lebih arif. Satu hal yang mesti kita imani dan lakukan adalah visualisasikan segera sifat-sifat dan akhlak Muhammad pada diri kita, di hati kita…

    Catatan Harian Jum`at, 03 Februari 2006 [08:10]

    0 Responses to “Visualisasi Rasul”

    Post a Comment

    Subscribe